Designed and roughed in by Jordu Schell, Detailed by William Basso
Rabu, 23 Maret 2011
4 ALIEN BIKIN DARAH TINGGI
Mikir tugas udah buat nafsu makan Icha berkurang apalagi ditambah dengan kelakuan temen kost yang membuat darah tinggi.
Mereka berempat berasal dari luar kota. Yang dua ekor berasal dari kota yang sama dengan Icha. Yang dua lagi dari ibu kota.
Wah, ada-ada saja kelakuan mereka yang membuat hati Icha jengkel.
Dua alien, sebut saja I dan E. Keduanya sangat cinta dengan kekotoran, sampai-sampai sampah berserakan pun tetap dibiarkan. Nggak mikir kalo sampah itu bisa menjadi penyakit. Apalagi kalo waktu nyuci piring atau kalo nggak gitu waktu mandi, bener-bener dah joroknya keluar semua.
Wah, sampai-sampai Icha sulit buat mengungkapkan begaimana kelakuan I dan E di kost. Dandannya aja yang diperhatiin tapi ternyata mereka nggak perhatiin kebersihan sekitarnya dan hatinya. Udah nggak jujur, nggak bertanggung jawab, sok lagi. Wah, bukan tipe Icha banget.
Beda cerita dengan dua alien yang dari ibu kota itu.
Inisial D dan A. Nggak mau nyapa orang sedikit pun cewek berinisial D itu. Sok tahu banget orangnya dan nggak punya sopan santun. Contohnya, waktu adzan maghrib, Dia menghidupkan tipi keras-keras, suara adzan aja kalah sam Dia. Parah! Dan si D ini nggak mau merasakan kesusahan. Dia Cuma pengen enaknya aja. Temen udah nggak kayak temen lagi, tapi malah jadi kayak babu. Dasar alien..!!
Icha mah santai-santai aja, selama empat alien itu nggak nyenggol Icha. Tapi kalo mereka maen belakang, Icha akan siap siaga dengan peralatan tempurnya. Seperti, golok, cangkul, sabit, gergaji dan sebangsanya benda-benda tajam lainnya dah. Haahaha.
Tidur di kamar yang bersebelahan dengan mereka hanya membuat dosa. Hoho. Salah mereka juga seh, pokoknya 4 alien itu beda daripada yang lain. Turun dari planet Mistunius ercticus kali ya. Hahaha, planet aneh sama dengan penghuninya aneh banget.
Malam ini, Icha dan ketiga temen kost yang beridentitas malaikat, ada Lina, Etik, dan Momo sedang makan di kamarnya Etik. Nggak ada angin, nggak ada petir, tiba-tiba empat alien itu nyanyi-nyanyi nggak jelas yang mayoritas suaranya kayak kaleng susu tanpa isi terus digelindingin. Alias ancur!! Sempat membuat selera makan Icha dkk menurun drastis. Mending dengerin pengamen nyanyi di dalem bus masih ada nada-nadanya, lha mereka?? Datar banget, rata kaya jalan raya. Ckckck. Sabar.. Yang paling buat jengkel sih, nyanyinya pake ketawa-ketiwi lagi. Kalo ketawanya pake tata krama mah nggak masalah, yang ini nggak, ada yang bersuara seperti kuda, ayam, bebek dkk sekebun binatang dah..
Icha dkk mulai geram dengan tingkah laku mereka yang semakin hari semakin buat kost gerah. Walaupun cuaca dingin, tetep aja panas dengan hadirnya alien-alien yang bisa dibilang kewarasannya berkurang. Oh, My God!! Terselip niat untuk ngerjain mereka. Kali ini Icha tidak turun tangan, tapi diwakilkan kepada kepada Lina yang ahli dalam meracik bumbu dalam hal iseng. Hahaha. Waktu yang tepat!! Saat itu Lina sedang membersihkan got kamar mandinya dengan sapu ijuk. Melihat motor-motor mereka terparkir di garasi dan terlihat bersih, Lina langsung melancarkan aksinya, sapu ijuk tadi dioles-oleskan di jok motor alien itu. Hahaha, tahu rasa dah lu...
Pagi harinya, alien dari ibu kota yang punya motor automatic berwarna merah itu langsung teriak-teriak, kaya orang kemalingan uang semilyar aja. Lebaii..
”Huuuuuaaa, motor gue!!! Kotor napa neh??”, kata D sambil ngomel-ngomel.
Icha dkk yang mendengar dari kamar masing-masing cuma bisa ketawa ngakak. Salah sendiri jadi orang songong banget. Hohoho.
from :
http://ponorogozone.com/only-cerpen-zone/cerpen-icha/
Mereka berempat berasal dari luar kota. Yang dua ekor berasal dari kota yang sama dengan Icha. Yang dua lagi dari ibu kota.
Wah, ada-ada saja kelakuan mereka yang membuat hati Icha jengkel.
Dua alien, sebut saja I dan E. Keduanya sangat cinta dengan kekotoran, sampai-sampai sampah berserakan pun tetap dibiarkan. Nggak mikir kalo sampah itu bisa menjadi penyakit. Apalagi kalo waktu nyuci piring atau kalo nggak gitu waktu mandi, bener-bener dah joroknya keluar semua.
Wah, sampai-sampai Icha sulit buat mengungkapkan begaimana kelakuan I dan E di kost. Dandannya aja yang diperhatiin tapi ternyata mereka nggak perhatiin kebersihan sekitarnya dan hatinya. Udah nggak jujur, nggak bertanggung jawab, sok lagi. Wah, bukan tipe Icha banget.
Beda cerita dengan dua alien yang dari ibu kota itu.
Inisial D dan A. Nggak mau nyapa orang sedikit pun cewek berinisial D itu. Sok tahu banget orangnya dan nggak punya sopan santun. Contohnya, waktu adzan maghrib, Dia menghidupkan tipi keras-keras, suara adzan aja kalah sam Dia. Parah! Dan si D ini nggak mau merasakan kesusahan. Dia Cuma pengen enaknya aja. Temen udah nggak kayak temen lagi, tapi malah jadi kayak babu. Dasar alien..!!
Icha mah santai-santai aja, selama empat alien itu nggak nyenggol Icha. Tapi kalo mereka maen belakang, Icha akan siap siaga dengan peralatan tempurnya. Seperti, golok, cangkul, sabit, gergaji dan sebangsanya benda-benda tajam lainnya dah. Haahaha.
Tidur di kamar yang bersebelahan dengan mereka hanya membuat dosa. Hoho. Salah mereka juga seh, pokoknya 4 alien itu beda daripada yang lain. Turun dari planet Mistunius ercticus kali ya. Hahaha, planet aneh sama dengan penghuninya aneh banget.
Malam ini, Icha dan ketiga temen kost yang beridentitas malaikat, ada Lina, Etik, dan Momo sedang makan di kamarnya Etik. Nggak ada angin, nggak ada petir, tiba-tiba empat alien itu nyanyi-nyanyi nggak jelas yang mayoritas suaranya kayak kaleng susu tanpa isi terus digelindingin. Alias ancur!! Sempat membuat selera makan Icha dkk menurun drastis. Mending dengerin pengamen nyanyi di dalem bus masih ada nada-nadanya, lha mereka?? Datar banget, rata kaya jalan raya. Ckckck. Sabar.. Yang paling buat jengkel sih, nyanyinya pake ketawa-ketiwi lagi. Kalo ketawanya pake tata krama mah nggak masalah, yang ini nggak, ada yang bersuara seperti kuda, ayam, bebek dkk sekebun binatang dah..
Icha dkk mulai geram dengan tingkah laku mereka yang semakin hari semakin buat kost gerah. Walaupun cuaca dingin, tetep aja panas dengan hadirnya alien-alien yang bisa dibilang kewarasannya berkurang. Oh, My God!! Terselip niat untuk ngerjain mereka. Kali ini Icha tidak turun tangan, tapi diwakilkan kepada kepada Lina yang ahli dalam meracik bumbu dalam hal iseng. Hahaha. Waktu yang tepat!! Saat itu Lina sedang membersihkan got kamar mandinya dengan sapu ijuk. Melihat motor-motor mereka terparkir di garasi dan terlihat bersih, Lina langsung melancarkan aksinya, sapu ijuk tadi dioles-oleskan di jok motor alien itu. Hahaha, tahu rasa dah lu...
Pagi harinya, alien dari ibu kota yang punya motor automatic berwarna merah itu langsung teriak-teriak, kaya orang kemalingan uang semilyar aja. Lebaii..
”Huuuuuaaa, motor gue!!! Kotor napa neh??”, kata D sambil ngomel-ngomel.
Icha dkk yang mendengar dari kamar masing-masing cuma bisa ketawa ngakak. Salah sendiri jadi orang songong banget. Hohoho.
from :
cerpen ICHA
http://ponorogozone.com/only-cerpen-zone/cerpen-icha/
Selasa, 22 Maret 2011
Deteksi Kehidupan Alien Mars Lewat 'Kentut'
Deteksi Kehidupan Alien Mars Lewat 'Kentut'
Jika memang ada kehidupan di Mars, kita mungkin bisa menciumnya terlebih dulu.


Jika memang ada kehidupan di Mars, kita mungkin bisa menciumnya terlebih dulu.
JUM'AT, 17 SEPTEMBER 2010, 06:28 WIB
VIVAnews -- Sudah lama satelit Saturnus, Titan dan terutama Planet Mars jadi fokus pencarian kehidupan lain di luar Bumi.
Namun, jika memang ada kehidupan di Mars, kita mungkin bisa menciumnya terlebih dulu sebelum melihat eksistensinya.
Percaya atau tidak, zat kimia yang terkandung dalam bau nafas dan kentut manusia bisa menjadi media untuk mempertemukan kita dengan mikroba alien di Planet Merah itu.
Maksudnya? Kuncinya ada pada zat sulfur yang mengandung molekul methyl yang secara alami diproduksi dalam jumlah besar oleh mikroba-mikroba di Bumi -- termasuk beberapa yang menyebabkan bau tajam yang ditemukan di tubuh manusia.
Bukannya tak mungkin, mikroba yang sama berada di Mars. Inilah yang akan jadi obyek buruan misi pencarian kehidupan di Mars.
"Kendaraan rover penjelajah Mars milik NASA berikutnya akan dilengkapi sensitifitas tinggi untuk membaui kimia, yang bisa menjadi tanda kehadiran mikroba di Mars,” ujar Steven Vance dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, seperti dimuat situs ilmiah, New Scientist, 16 September 2010.
Instrumen pencium kimia itu dinamakan Tunable Laser Spectrometer (TLS) yang akan di pasangkan di rover 'Curiosity'. Rover ini dijadwalkan meluncur ke Mars pada 2012.
TLS dirancang untuk menganalisis karbon isotop pada gas methan di Mars -- untuk melacak apakah gas tersebut memiliki asal-usul biologis.
Berdasarkan hasil uji coba, TLS mampu mendeteksi gas dengan konsentrasi di bawah 100 part per miliar.
Para ahli berencana untuk menguji sensitifitas TLS terhadap gas lainnya yang dihasilkan oleh mikroba, seperti ethan.
“Kami sedang mendemonstrasikan kemampuannya untuk melihat tanda-tanda benda biologis dan semoga ini dapat membantu pencarian kehidupan di planet Mars.” ujar Vance.
Sementara, Kenneth Nealson dari University of Southern California, Los Angeles, meski tak tergabung dalam penelitian ini mengatakan, penemuan beberapa indikator potensial di lokasi yang sama akan mempermudah misi selanjutnya.
"Kau akan memastikan bahwa misi selanjutnya akan menghabiskan lebih banyak waktu di satu tempat," ujar Nealson
Sebelumnya seperti dimuat situs CSMonitor (CSM), di Mars terdapat lokasi yang yang kaya mineral yang disebut Nili Fossae.
Namun, jika memang ada kehidupan di Mars, kita mungkin bisa menciumnya terlebih dulu sebelum melihat eksistensinya.
Percaya atau tidak, zat kimia yang terkandung dalam bau nafas dan kentut manusia bisa menjadi media untuk mempertemukan kita dengan mikroba alien di Planet Merah itu.
Maksudnya? Kuncinya ada pada zat sulfur yang mengandung molekul methyl yang secara alami diproduksi dalam jumlah besar oleh mikroba-mikroba di Bumi -- termasuk beberapa yang menyebabkan bau tajam yang ditemukan di tubuh manusia.
Bukannya tak mungkin, mikroba yang sama berada di Mars. Inilah yang akan jadi obyek buruan misi pencarian kehidupan di Mars.
"Kendaraan rover penjelajah Mars milik NASA berikutnya akan dilengkapi sensitifitas tinggi untuk membaui kimia, yang bisa menjadi tanda kehadiran mikroba di Mars,” ujar Steven Vance dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, seperti dimuat situs ilmiah, New Scientist, 16 September 2010.
Instrumen pencium kimia itu dinamakan Tunable Laser Spectrometer (TLS) yang akan di pasangkan di rover 'Curiosity'. Rover ini dijadwalkan meluncur ke Mars pada 2012.
TLS dirancang untuk menganalisis karbon isotop pada gas methan di Mars -- untuk melacak apakah gas tersebut memiliki asal-usul biologis.
Berdasarkan hasil uji coba, TLS mampu mendeteksi gas dengan konsentrasi di bawah 100 part per miliar.
Para ahli berencana untuk menguji sensitifitas TLS terhadap gas lainnya yang dihasilkan oleh mikroba, seperti ethan.
“Kami sedang mendemonstrasikan kemampuannya untuk melihat tanda-tanda benda biologis dan semoga ini dapat membantu pencarian kehidupan di planet Mars.” ujar Vance.
Sementara, Kenneth Nealson dari University of Southern California, Los Angeles, meski tak tergabung dalam penelitian ini mengatakan, penemuan beberapa indikator potensial di lokasi yang sama akan mempermudah misi selanjutnya.
"Kau akan memastikan bahwa misi selanjutnya akan menghabiskan lebih banyak waktu di satu tempat," ujar Nealson
Sebelumnya seperti dimuat situs CSMonitor (CSM), di Mars terdapat lokasi yang yang kaya mineral yang disebut Nili Fossae.
Ini diduga adalah lokasi utama pencarian jejak-jejak kehidupan purba di Mars yang mungkin ada sekitar 4 juta miliar tahun yang lalu.
Dalam telaahnya, para ilmuwan menggunakan instrumen dari satelit NASA, Mars Reconnaissance Orbiter untuk mempelajari batuan lempung karbonat yang ada di permukaan Mars. Lapisan itu diduga kuat merupakan peninggalan era kuno Mars yang disebut juga Periode Noachian.
Para ilmuwan tak menyimpulkan bahwa Nili Fossae adalah bukti aktual keberadaan mahluk hidup di Mars. Baru sekedar kemungkinan.
Dalam telaahnya, para ilmuwan menggunakan instrumen dari satelit NASA, Mars Reconnaissance Orbiter untuk mempelajari batuan lempung karbonat yang ada di permukaan Mars. Lapisan itu diduga kuat merupakan peninggalan era kuno Mars yang disebut juga Periode Noachian.
Para ilmuwan tak menyimpulkan bahwa Nili Fossae adalah bukti aktual keberadaan mahluk hidup di Mars. Baru sekedar kemungkinan.
Via :
Catatan Alien Imigran Blog
Catatan Alien Imigran Blog

Aku allien. Kamu manusia. Marilah kita buka celana #ngok
Futuro House
rumah mirip UFO ini diberi nama Futuro,
Didesain tahun 1968 oleh artistek Matti Suuronen.
Senin, 21 Maret 2011
Alien Mother
Alien Mother
Framed Canvas
Fine Art Print
Item Number: 3604
Manufactured by: Linda Jones Enterprises
Price: US $599.00
Sideshow Collectibles is proud to present this beautifully framed giclee on canvas by renowned designer and illustrator John Alvin, featuring artwork from the famed Science Fiction film Aliens.
Each piece of this amazing print features the authorized signature of the artist.
0rder at :
Langganan:
Postingan (Atom)