Senin, 21 Maret 2011

Alien Hand Syndrome



Pernahkah anda mengalami kejadian dimana tangan atau bagian tubuh anda dapat bergerak sendiri tanpa mengikuti perintah kita, seakan-akan bagian tersebut punya kehendak sendiri? Jika ya, kemungkinan anda terkena Alien Hand Syndrome.

Alien Hand Syndrome (AHS) atau disebut juga Dr Strangelove syndrome merupakan keadaan dimana bagian tubuh seseorang dapat bergerak sendiri tanpa diperintah seakan-akan bagian tubuh tersebut mempunyai pikiran dan kehendak sendiri.Biasanya bagian tubuh yang dapat terkena sindrom ini adalah tangan, namun dalam beberapa kasus terdapat juga kaki.

Bayangkan jika tangan tiba-tiba bergerak sendiri ketika sedang tidur, berjalan, atau yang lainnya. Tangan bergerak sendiri seakan mempunyai pikiran dan kehendak lain selain dari otak. Ingin menulis tiba-tiba tangan melambai-lambai, sedang jalan tiba-tiba tangan memegang yang lain, pastinya akan merasa risih, aneh, dan ketakutan. Secara gampangnya seperti tangan doc.octopus di film spiderman yang dapat bergerak sendiri.

Karena begitu menakutkan dan membingungkan banyak orang yang membuat kesimpulan aneh-aneh seperti, tangan tersebut ada yang mengendalikan, tangan mempunyai kesadaran/roh sendiri, kerasukan roh yang nyasar, sampai yang menurut saya paling ngaco adalah dikendalikan oleh alien dari luar angkasa.

"AHS adalah neurological disorder (kelainan neurologis) yang membuat korban merasa dia telah kehilangan kontrol dari salah satu tangannya". Kalimat diatas adalah kata kunci untuk menjawab misteri ini. "Kehilangan kontrol," normalnya kita dapat mengatur dan memerintah seluruh bagian tubuh kita melalui otak. Kita menggunakan otak kanan untuk memerintah tubuh kita dengan menggunakan semacam sinyal listrik. Nah, dalam kasus AHS ini penderitanya tidak bisa mengalirkan sinyal listrik tersebut secara benar (ada gangguan).

Jika disuruh mengangkat tangan sambil menutup mata, maka penderita syndrome ini akan merasa dia telah mengangkat tangannya namun sebenarnya tangannya tidak terangkat atau bahkan sedang bergerak kesana kemari.

Dalam kasus ekstrim, telah dilaporkan penderita pernah melakukan pergulatan/perkelahian dengan tangan mereka sendiri, dan bahkan ketika saat tidur. Alien Hand Syndrome ini disebabkan oleh trauma/gangguan ke otak tidak berbeda seperti halnya stroke, hilang ingatan, geger otak/cedera otak, dll. Karena disebabkan oleh cacat otak, maka penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan sampai sekarang belum ditemukan cara pengobatannya. Walau begitu gejala-gejalanya dapat diobati dengan melakukan terapi secara berkala.

Uniknya tangan yang terkena Alien Hand Syndrome ini bisa melakukan berbagai macam hal seperti yang bisa dilakukan ketika tangan dikendalikan secara normal. Jadi tangan yang terkena AHS dapat memegang, menunjuk, memanipulasi alat-alat, dan lain-lain.

Mungkin ini disebabkan karena adanya ingatan diotak untuk menggerakkan tangan seperti biasa, namun dalam kasus AHS otak sadar tidak bisa mengendalikan bagian tubuh yang terinfeksi melainkan otak bawah sadar yang menggerakannya.

Syndrome ini dapat menyerang siapa saja khususnya diusia 30 keatas. Syndrome ini juga dapat terjadi dikarenakan akibat/efek samping dari operasi tertentu yang berkaitan dengan otak dan gelombangnya, seperti stroke dan lainnya. Untungnya penyakit ini tidak terlalu banyak, dengan kata lain kemungkinan seseorang normal terkena syndrome ini kecil, lain halnya jika memang orang tersebut sudah kelainan otak dari kecil.

Banyak kejadian misterius didunia ini, banyak juga penyakit dan kejadian aneh didunia ini. Kalau kita ada di jaman dulu kita boleh saja menyimpulkan kejadian aneh ini dengan hal-hal berbau mistik atau alien. Namun kita sudah berada di zaman modern dimana hampir semua hal bisa dijelaskan secara ilmiah.

Jadi fenomena seperti ini harus bisa kita lihat dari sisi ilmiah dulu jangan langsung beranggapan mistis (kebanyakan orang Indonesia). Seperti kasus AHS ini, banyak yang mengatakan tangan tersebut dikendalikan alien, setan, kemasukan roh, dan sebagainya. Padahal hanya peristiwa normal yang disebabkan gangguan otak dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar